Skip to content

KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI ARSITEKTUR KOMPUTER

Komputer adalah barang yang umum dan sering kita temui saat ini. Bahkan sekarang sudah hampir setiap orang, khusunya pelajar, mahasiswa dan praktisi pendidikan sudah memiliki komputer sendiri. Komputer yang pada awalnya dibuat sebagai alat bantu hitung kini berkembang dengan sangat pesat. Game, software dan aplikasi – aplikasi digital kini dapat dilakukan dengan alat yang disebut komputer ini.

Bahkan sekarang ini dengan perkembangan internet, komputer bisa menjadi alat mencari uang, transfer uang, media bisnis, komunitas dan lain sebagainya. Dengan fungsinya yang begitu banyak dan penting, maka kini komputer merupakan salah satu barang yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar orang.

1.             EVOLUSI ARSITEKTUR

1950 -1960                             : Arsitektur computer adalah suatu Komputer aritmatik atau biasa disebut juga kalkulator.komputer ini dibuat untuk menghitung persamaan matematis pada masa peperangan pada saat itu.

1970 – pertengahan1980         : Arsitektur computer adalah suatu desain instruksi untuk suatu Kompiler

1990                                        : Arsitektur computer adalah suatu bentuk desain CPU, system memori,system I/O, multiprosesor dan network computer

2010                                        : Arsitektur komputer: suatu system yang dapat beradaptasi sendiri, struktur yang dapat mengorganisasikan sendiri, system DNA.

  1. 2. Klasifikasi Arsitektur

Pada komputer terdapat berbagai klasifikasinya dalam hal appaun. Setiap komputer tentunya memilik klasifikasi masing-masing. Disini membahas mengenai klasifikasi arsitekturnya menurut Von Neumann dan Non Von Neumann.

Kriteria mesin Von Neumann :

1. Mempunyai subsistem hardware dasar yaitu sebuah CPU, sebuah memori dan sebuah I/Osistem

2. Merupakan stored-program computer

3. Menjalankan instruksi secara berurutan

4. Mempunyai jalur (path) bus antara memori dan CPU

Pada tahun 1966, Flyyn mengklasifikasikan arsitektur komputer berdasarkan sifatnya yaitu :

1. Jumlah prosesor

2. Jumlah program yang dapat dijalankan

3. Struktur memori

Menurut Flyyn ada 4 klasifikasi komputer :

  1. SISD (Single Instruction Stream, Single Data Stream)

Satu CPU yang mengeksekusi instruksi satu persatu dan menjemput atau menyimpan data satu persatu.

  1. SIMD (Single Instruction Stream, Multiple Data Stream)

Satu unit kontrol yang mengeksekusi aliran tunggal instruksi, tetapi lebih dari satu Elemen Pemroses

  1. MISD (Multiple Instruction Stream, Single Data Stream)

Mengeksekusi beberapa program yang berbeda terhadap data yang sama.

Adadua kategori:
– Mesin dengan Unit pemroses berbeda dengan instruksi yang berbeda dengan data yang sama (sampai sekarang tidak ada mesin yang seperti ini)
– Mesin, dimana data akan mengalir ke elemen pemroses serial

4. MIMD (Multiple Instruction Stream, Multiple Data Stream

Juga disebut multiprocessors, dimana lebih dari satu proses dapat dieksekusi berikut terhadap dengan datanya masing-masing,

3.KUALITAS ARSITEKTUR KOMPUTER

1.Generalitas, Generalitas adalah ukuran besarnya jangkauan aplikasi yang bisa cocok dengan arsitektur. dan computer yang terutama digunakan untuk aplikasi bisnis menggunakan aritmetik decimal. Sistem umum memberikan dua jenis aritmetik.Salah satu pembahasan utama oleh kalangan peneliti komputer selama tabun 1980-an adalah persoalan bagusnya generalitas.

2.DayaTerap(Applicability), Daya terap (applicability) adalah pemanfaatan arsitektur untuk penggunaan yang telah direncanakannya. Buku ini membahas komputer yang terutama dirancang untuk satu dari dua area aplikasi utama : (1) aplikaSi ihniah dan teknis dan (2) aplikasi komersil biasa. Aplikasi ilmiah dan teknis adalah aplikasi yang biasanya untuk memecahkan persamaan kompleks dan untuk penggunaan aritmetik floating point ekstensif.

3.Efesiensi, Efisiensi adalah ukuran rata-ratajumlah hardware dalam komputer yang selalu sibuk selama penggunaannya biasa. Arsitektur yang efisien memungkinkan (namun tidak memastikan) terjadinya implementasi yang efisien. Salah satu sifat arsitektur yang efisien adalah bahwa ia secara relative cenderung sederhana. Karena untuk merancang sistem yang kompleks secara benar begitu sulit, maka kebanyakan komputer mempunyai sebuah komputer inti (core computer) efisien yang sederhana,yaitu CU.

4.KemudahanPenggunaan, Kemudahan penggunaan arsitektur adalah ukuran kesederhanan bagi programmer sistem untuk mengembangkan atau membuat software untuk arsitektur tersebut, misalnya sistem pengoperasiannya atau compilemya. Oleh karena itu, kemudahan penggunaan ini merupakan fungsi ISA dan berkaitan erat dengan generalitas.

5.DayaTempa(Maleability), Dua ukuran yang terakhir daya tempa dan daya kembang umumnya berlaku untuk implementasi computer dalam satu rumpun. Daya terap arsitektur adalah ukuran kemudahan bagi perancang untuk mengimplementasikan komputer (yang mempunyai arsitektur itu) dalam jangkauan yang luas. Pada Apple Macintosh atau IBM PC AT, spesifIkasi arsitektumya jauh lebih lengkap, sehingga semua implementasi hampir sama.

6.DayaKembang(Expandibility), Daya kembang (expandability) adalah ukuran kemudahan bagi perancang untuk meningkatkan kemampuan arsitektur,misalnya kemampuan ukuran memori maksimumnya atau kemampuan aritmetiknya. Dalam hal ini, daya kembang juga berkaitan dengan jumlah CPU yang dapat digunakan oleh system secara efektif.

D. FAKTOR KEBERHASILAN

Adabeberpa faktor yang mempengaruhi keberhasilan arsitekturkomputer, tiga diantaranya adalah :

1. Manfaat Arsitektural

2. Kinerja Sistem

3. Biaya Sistem


5. Struktur Dasar Komputer dan Organisasi Komputer

Suatu sistem komputer terdiri darilima unit struktur dasar, yaitu:

  • Unit masukan (Input Unit) yaitu dimana terdapat perintah atau instruksi yang dilakukan kepada komputer oleh pengguna
  • Unit kontrol (Control Unit) merupakan suatu unit yang berfungsi untuk mengontrol atau mengendalikan semua yang terdapat dalam komputer
  • Unit logika dan aritmatika (Arithmetic & Logical Unit / ALU) adalah suatu unit dimana berisi fungsi-fungsi logika dan matematika atau perhitungan
  • Unit memori/penyimpanan (Memory / Storage Unit) yaitu unit penyimpanan dana yang dilakukan komputer
  • Unit keluaran (Output Unit) merupakan suatu hasil yang diharapkan dari suatu inputan yang telah dimasukkan

 

Organisasi Komputer

            Organisasi Komputer adalah bagian yang terkait erat dengan unit–unit operasional dan interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek arsitekturalnya. Contoh aspek organisasional adalah teknologi hardware, perangkat antarmuka,teknologi memori, sistem memori, dan sinyal–sinyal kontrol. Arsitektur Komputer lebih cenderung pada kajian atribut–atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. Contohnya, set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O.Sebagai contoh apakah suatu komputer perlu memiliki instruksi pengalamatan pada memori merupakan masalah rancangan arsitektural. Apakah instruksi pengalamatan tersebut akan diimplementasikan secara langsung ataukah melalui mekanisme cache adalah kajian organisasional

.Referensi

http://muhammadfreeza.wordpress.com/2011/10/10/organisasi-dan-arsitektur-komputer/

http://journal.mercubuana.ac.id

http://panksgrunge.blogspot.com/2010/06/mengukur-kualitas-arsitektur-komputer.html

http://radmarssy.wordpress.com/2007/02/07/struktur-dasar-komputer/

http://lecturer.eepis-its.edu/~setia/ORKOMDwnld.html

STRUKTUR DASAR KOMPUTER DAN ORGANISASI KOMPUTER

Pengertian dari arsitektur dan organisasi komputer, yaitu arsitektur computer mempelajari atribut-atribut system computer yang terkait dengan seorang programmer. Contoh: set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O. Sedangkan organisasi computer mempelajari bagian yang terkait dengan unit-unit operasional computer dan hubungan antara komponen system computer. Contoh: sinyal control, interface, teknologi memori. [1]

  1. ORGANISASI KOMPUTER
  2. Komponen Sistem

Sebuah computer digital dengan program tersimpan didalamnya merupakan sebuah system yang memanipulasi dan memproses informasi menurut kumpulan instruksi yang diberikan. System tersebut dirancang dari modul-modul perangkat keras (hardware) seperti register, elemen aritmatika dan logika, unit pengendali, unit memori dan unit I/O.

Kumpulan instruksi yang diberikan membentuk program-program mesin. Dari situ didefinisikan urutan dan pola perpindahan data dan transformasi data dalam modul-modul perangkat keras. Computer dibagi atas tiga bagian utama: CPU, I/O dan unit memori. Organisasi dasar dari sebuah computer ditunjukkan dalam diagram blok pada gambar 1.0.

Gambar 1.0. komponen dasar pada sebuah komputer digital

CPU mengendalikan urutan dari semua pertukaran informasi dalam komputer dan dunia luar melalui unit I/O. Unit memori terdiri dari sejumlah besar lokasi yang menyimpan program dan data yang sedang aktif digunakan oleh CPU. Ketiga unit tersebut dihubungkan dengan berbagai macam bus.

  1. Operasi Mikro

Organisasi bagian dalam dari sebuah komputer sangat ditentukan oleh kumpulan instruksi yang dijalankanya. Sebuah instruksi adalah sebuah kaidah yang digunakan oleh komputer (1) untuk mendefinisikan operasi seperti add,store,load dan jump.(2) untuk menentukan lokasi data dimana operasi akan dilakukan. Kumpulan dari semua instruksi disebut kumpulan instruksi, mencakup berbagai macam operasi aritmatik dan logika,operasi perpindahan data,operasi I/O dan operasi pengendalian. Kombinasi dari operasi-operasi ini dikelompokkan bersama sama,membentuk sebuah program mesin.

     Secara umum instruksi komputer merupakan sebuah kode biner yang terbagi atas beberapa field, field operasi disebut opcode,menjabarkan operasi yang dilakukan. Operasi ini dijalankan pada beberapa koleksi data disebut operand,bisa berupa bagian dari instruksi tersebut atau dimasukkan nilainya pada register atau memori.[2]

Gambar 1.1 bentuk dari format penulisan sebuah instruksi

  1. STRUKTUR DASAR KOMPUTER

Struktur Komputer didefinisikan sebagai cara-cara dari tiap-tiap komponen yang menyusun computer saling berkaitan, komponen-komponen disusun dengan alur bus yang mengalirkan data, alat dan mengendalikan antar komponen tersebut.

Struktur computer terdiri dari 5 unit struktur dasar, yaitu:

  1. Unit masukan (input control)
  2. Unit control (control unit)
  3. Unit logika dan aritmatika
  4. Unit memory / penyimpanan (memory / storage unit)
  5. Unit keluaran (output control)

Control unit dan ALU membentuk suatu unit tersendiri yang sendiri yang disebut central processing unit (CPU). Hubungan antar masing-masing unit dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Fungsi utama dari masing-masing unit akan dijelaskan sebagai berikut:

  1. Unit masukan (input control)

Berfungsi untuk menerima masukan (input) kemudian membacanya dan diteruskan kememori / penyimpanan.

  1. Unit control (control unit)

Berfungsi untuk melaksanakan tugas pengawasan dan pengendalian seluruh system computer.

  1. Unit logika dan aritmatika (arithmetical and logical unit)

ALU merupakan bagian inti dari suatu system computer. Tugas utama dari ALU adalah melakukan perhitungan aritmatik / matematika yang terjadi sesuai dengan instruksi program.

  1. Unit memori dan penyimpanan (memory / storage unit)

Berfungsi untuk menanpung data/program yang diterima dari unit masukkan sebelum diolah oleh CPU dan juga menerima data setelah diolah oleh CPU yang selanjutnya diteruskan ke unit keluaran.

  1. Unit keluaran (output unit)

Berfungsi untuk menerima hasil pengolahan data dari CPU melalui memori. [3]

Sumber :

http://bacaanelektro.blogspot.com/2014/11/struktur-dasar-komputer-dan-organisasi.html

indrarmcf.blogspot.com/2014/01/penjelasan-organisasi-arsitektur.html?m=1

soeparlan, soepono (1995).”pengantar organisasi system computer”. Jakarta. Penerbit Gunadarma.

[3] sharing company.blogspot.com/2013/11/makalah-struktur-dasar-komputer.htm?m=1

Etika Menulis Di Internet

Etika menulis di internet merupakan pendapat atau opini pribadi seseorang mengenai aturan atau sopan santun menulis di dalam dunia maya. Aturan–aturan tersebut harus dapat dipahami oleh setiap individu. Tetapi, masih banyak kita temukan mereka yang menulis tanpa menggunakan aturan atau sopan santun yang semestinya. Mereka abai dan tidak ambil pusing dalam mempublikasikan sesuatu, seperti gambar, video, atau mengirimkan pesan melalui email, tanpa memerhatikan kode etik yang semestinya berlaku.

Padahal, semua orang dapat membaca artikel tersebut. Tentu saja, jika ada artikel yang berisi pesan yang bersifat negatif, dan berdampak merugikan bagi banyak orang, maka secara tidak langsung, pesan tersebut akan mengarahkan para pembaca pada sesuatu yang tidak baik juga. Seperti yang kita ketahui, pola pikir setiap manusia memang berbeda–beda, mengenai batasan-batasan baik ataupun yang buruk terhadap suatu artikel. Tidak ada salahnya, jika ada pembatasan secara umum mengenai etika berbahasa yang dapat digunakan dalam penulisan artikel, dengan tujuan agar dapat dipahami oleh banyak orang.

Ada beberapa etika yang perlu kita ketahui dalam menulis/memposting tulisan kita di internet :

  • jangan pernah menggunakan kalimat-kalimat yang kasar.
  • gunakan kata-kata yang sopan
  • tidak mengandung unsur SARA
  • jangan mengundang pertengkaran , maksudnya tulisan tersebut bersifat fitnah/tidak benar,    sehingga pembaca mempersoalkan tulisan tersebut, dan pembaca bisa saja membawa penulis pada tuntutan hukum
  • berbagilah pengetahuan yang berharga
  • hindarkan informasi yang bersifat negatif
  • tidak melanggar hukum hak cipta
  • tulisan yang dibuat bukan hasil “plagiat”
  • gunakan kalimat yang sederhana, sehingga pembaca mudah memahami tulisan tersebut
  • tulisan berupa fakta bukan bohongan
  • berilah informasi yang berguna bagi pembaca
  • jangan menggunakan kata yang berulang-ulang
  • tidak memanipulasi data
  • selalu menyertakan sumber ketika mengambil tuliasan dari web lain.

Sebaiknya  yang harus kita lakukan ketika menulis di internet adalah meningkatkan kewaspadaan kita dan berpedoman pada etika. Artinya, kita harus memikirkan terlebih dahulu terhadap apa yang akan kita tulis, apakah akan membawa dampak positif ataupun negatif. Dan, apa yang kita tulis harus memiliki tujuan yang jelas, agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Pada era reformasi ini, kita dapat bebas memberikan pendapat, namun kita tetap harus menyadari pendapat atau pesan yang akan kita sampaikan dan publikasikan melalui internet, karena semuanya akan memberikan pengaruh bagi mereka yang membaca tulisan tersebut. Kita mempunyai kebebasan berpendapat, namun kebebasan tersebut haruslah kebebasan yang bertanggung jawab. Jadi, pesan apapun yang ingin disampaikan akan mendapatkan respons dan selama pendapat ataupun pesan tersebut tidak mengandung hal negatif, namun bermanfaat, kita tidak perlu takut untuk menulis dan memublikasikannya.

Sumber : http://ubay16.wordpress.com/2013/10/03/etika-menulis-di-internet/

http://arfianbagus.blogspot.com/2011/07/etika-menulis-di-internet.html

http://riamande7jelita.blogspot.com/2012/10/etika-menulis-di-internet_3.html

PROCEDURE

1. Mulai

2. Tentukan Pilihan

3. Nilai W

- Jika nilai W belum diketahui, lanjut langkah 5

- Jika nilai W diketahui, lanjut langkah 19

- Jika ingin berhenti lanjut langkah 28

4. Nilai V

- Jika nilai V belum diketahui, lanjut langkah 8

- Jika nilai V diketahui, lanjut langkah 13

- Jika ingin berhenti lanjut langkah 28

5. Masukkan I (Tegangan)

6. Masukkan R (hambatan)

7. Hitung V = I x R

8. Nilai V

9. Lanjut langkah 15

10. Masukkan V (Tegangan)

11. Masukkan I (Arus)

12. Masukkan t (Waktu)

13. Hitung W = V x I x t

14. Nilai W

15. Lanjut langkah 21

16. Masukkan W (Energi)

17. Masukkan t (Waktu)

18. Hitung P = W/t

19. Nilai P

20. Menghitung Ulang

- Jika Ingin kembali menghitung, lanjut langkah 24

-  Jika Ingin berhenti, lanjut langkah 28

21. Pilihan Menghitung Ulang

- Jika ingin menghitung ulang V (Tegangan),

lanjut langkah 8

- Jika ingin menghitung ulang W (Energi), lanjut

langkah 13

- Jika ingin menghitung ulang P (Daya), lanjut

langkah 21

22. Berhenti

23. Selesai

Flowchart

1

=================================

2

 

 

Program

write(*,1)

1     format (6x,’project 1′,/3x,’Menghitung Daya’)

Write (*,*)

write (*,*) ‘Keterangan Rumus Tersedia’

write (*,*) ‘V = Tegangan (Volt)’

write (*,*) ‘I = Arus Listrik (Ampere)’

write (*,*) ‘R = Hambatan (Ohm)’

write (*,*) ‘W = Energi dalam listrik (Joule)’

write (*,*) ‘P = Daya yang dihasilkan (Watt)’

write (*,*) ‘t = Waktu (Detik)’

write (*,*)

write (*,*) ‘——————————————-’

write (*,*) ‘——————————————-’

write (*,*)

400   write (*,*) ‘Tuliskan angka pilihan Anda’

write (*,*) ‘ketik kode angka’

write (*,*) ’1. jika W belum diketahui’

write (*,*) ’2. jika W diketahui’

write (*,*) ’3. jika ingin berhenti’

read (*,’(BN,F2.0)’,err=401) pilihan

IF (Pilihan.EQ.1.) go to 50

IF (Pilihan.EQ.2.) go to 300

IF (Pilihan.EQ.3.) go to 900

IF (Pilihan.GT.3.) go to 10

10     write (*,11)

11     format (//,1x,’anda kurang beruntung

memasukkan data, coba lagi’)

goto 400

401    write(*,*)’maaf keyword yang anda masukkan

salah!’

goto 400

50     write (*,*)

write (*,*) ‘——————————————-’

write (*,*) ‘——————————————-’

write (*,*)

write (*,*) ‘Tuliskan angka pilihan Anda’

write (*,*) ‘ketik kode angka’

write (*,*) ’1. jika V belum diketahui’

write (*,*) ’2. jika V diketahui’

write (*,*) ’3. jika ingin berhenti’

read (*,’(BN,F2.0)’,err=51) pilihan

IF (Pilihan.EQ.1.) go to 100

IF (Pilihan.EQ.2.) go to 200

IF (Pilihan.EQ.3.) go to 900

IF (Pilihan.GT.3.) go to 12

12     write (*,11)

go to 50

51     write(*,*)’maaf keyword yang anda masukkan

salah!’

goto 50

100   write (*,*)

write (*,*) ‘—————————————–’

write (*,*) ‘——————————————’

write (*,*) ‘                           ============’

write (*,*) ‘                            ==                 ==’

write (*,*) ‘Rumus Menghitung  ==  V=I x R   ==’

write (*,*) ‘    Tegangan           ==                ==’

write (*,*) ‘                             ===========’

write (*,*) ‘————————————————–’

write (*,*) ‘——————————————-’

write (*,*)

103    Write (*,*) ‘masukkan I (Ampere)’

Read (*,*,err=101) I

104    Write (*,*) ‘masukkan R (Ohm)’

Read (*,*,err=102) R

V = I*R

Write (*,2) V

2        Format(1x,’Jadi

Tegangan=’,F10.2,2x,’Volt’,F10.2)

goto 150

101    write(*,*)’maaf keyword yang anda masukkan

salah!’

goto 103

102    write(*,*)’maaf keyword yang anda masukkan

salah!’

goto 104

write (*,*)

200   write (*,*)

write (*,*) ‘—————————————-’

write (*,*) ‘—————————————–’

write (*,*) ‘                           ============’

write (*,*) ‘                            ==                ==’

write (*,*) ‘Rumus Menghitung == W = V x I x t   ==’

write (*,*) ‘    Energi               ==                 ==’

write (*,*) ‘                           ============’

write (*,*) ‘——————————————-’

write (*,*) ‘——————————————’

write (*,*)

write (*,*)

203    Write (*,*) ‘masukkan V (Volt)’

Read (*,*,err=201) V

write (*,*)

204   Write (*,*) ‘masukkan I (Ampere)’

Read (*,*,err=202) I

write (*,*)

goto 152

201   write(*,*)’maaf keyword yang anda masukkan

salah!’

goto 203

202   write(*,*)’maaf keyword yang anda masukkan

salah!’

goto 204

150   write (*,*)

write (*,*) ‘——————————————’

write (*,*) ‘——————————————’

write (*,*) ‘                             ==========’

write (*,*) ‘                             ==              ==’

write (*,*) ‘Rumus Menghitung  == W=V x I x t

==’

write (*,*) ‘    Energi                ==               ==’

write (*,*) ‘                            ===========’

write (*,*) ‘——————————————-’

write (*,*) ‘——————————————-’

write (*,*)

write (*,*)

152   Write (*,*) ‘masukkan t (Detik)’

Read (*,*,err=151) t

W = V*I*t

Write (*,3) W

3       Format(1x,’Jadi Energi =’,F10.2,2x,’Joule’,F6.2)

goto 600

151   write(*,*)’maaf keyword yang anda masukkan

salah!’

goto 152

300   write (*,*)

write (*,*) ‘—————————————–’

write (*,*) ‘—————————————–’

write (*,*) ‘                               ==========’

write (*,*) ‘                               ==         W  ==’

write (*,*) ‘Rumus Menghitung    ==   P =  -  ==’

write (*,*) ‘     Daya                  ==          t   ==’

write (*,*) ‘                               ==========’

write (*,*) ‘—————————————–’

write (*,*) ‘—————————————–’

write (*,*)

303   Write (*,*) ‘masukkan W (Joule)’

Read (*,*,err=301) W

304   Write (*,*) ‘masukkan t (Detik)’

Read (*,*,err=302) t

goto 601

301   write(*,*)’maaf keyword yang anda masukkan

salah!’

goto 303

302   write(*,*)’maaf keyword yang anda masukkan

salah!’

goto 304

600  write (*,*)

write (*,*) ‘—————————————–’

write (*,*) ‘—————————————–’

write (*,*) ‘                            ============’

write (*,*) ‘                            ==           W    ==’

write (*,*) ‘Rumus Menghitung  ==    P =  -    ==’

write (*,*) ‘     Daya                 ==          t     ==’

write (*,*) ‘                          =============’

write (*,*) ‘——————————————–

——’

write (*,*) ‘——————————————–

——’

write (*,*)

601   P = W/t

write (*,*)

write (*,*)

Write (*,4) P

4      Format(1x,’Jadi Daya   =’,F10.2,2x,’Watt’,F6.2)

write (*,*)

write (*,*) ‘——————————————-

——-’

write (*,*) ‘——————————————-

——-’

write (*,*)

700  write (*,*) ‘Tuliskan angka pilihan Anda’

write (*,*) ‘ketik kode angka’

write (*,*) ’1. jika ulang menghitung’

write (*,*) ’2. jika tidak mengulangi perhitungan’

read (*,’(BN,F2.0)’,err=701) pilihan

IF (Pilihan.EQ.1.) go to 111

IF (Pilihan.EQ.2.) go to 900

IF (Pilihan.gt.2.) go to 15

15    write (*,11)

GOTO 700

701   write(*,*)’maaf keyword yang anda masukkan

salah!’

goto 700

write (*,*) ‘——————————————

——–’

write (*,*) ‘——————————————

——–’

write (*,*)

111   write (*,*) ‘Tuliskan angka pilihan Anda’

write (*,*) ‘Mengulang Menghitung’

write (*,*) ‘ketik kode angka’

write (*,*) ’1. V (Tegangan)’

write (*,*) ’2. W (Energi)’

write (*,*) ’3. P (Daya)’

read (*,’(BN,F2.0)’,err=1000) pilihan

IF (Pilihan.EQ.1.) go to 100

IF (Pilihan.EQ.2.) go to 202

IF (Pilihan.EQ.3.) go to 302

IF (Pilihan.GT.3.) go to 112

112   write (*,11)

goto 111

1000  write(*,*)’maaf keyword yang anda masukkan

salah!’

goto 111

900   write(*,5)

5       format (6x,’Calculation Power’,//,11x,’Has

done’,//,6x,

-  ’Matur Thanks You’)

stop

End

Sumber : https://blog.ub.ac.id/kedetautiz/2013/05/30/algoritma-flowchart-list-program/

Penggunaan Procedure pada Program Pascal untuk Menghitung Nilai Vce pada Transistor

Posting saya kali ini ingin menjelaskan penggunaan procedure pada program pascal untuk menghitung nilai Vce pada transistor. Pada postingan sebelumnya saya membahas tentang penggunaan function pada pascal.Function (Fungsi) secara garis besar sama dengan procedure yang membedakannya adalah nama fungsi harus dideklarasikan dengan type datanya. Fungsi adalah suatu bagian program yang mengerjakan satu tugas dan hasilnya biasanya hanya satu. Fungsi juga menerima parameter-paramter seperti procedure yaitu Parameter Nilai dan Parameter Variabel. Selain itu fungsi juga diperbolehkan memiliki deklarasi lokal. Procedure selalu diawali dengan dengan kata procedure untuk mendeklarasikannyaProcedure tidak mengembalikan nilai ke program utama, sedangkan fungsi akan mengembalikan nilai ke program utama, itu sebabnya fungsi harus ada tipe datanya (integer, char atau string). Procedure outputnya diletakkan di dalam procedure, kalau fungsi outputnya di letakkan di program utama. Prosedur di panggil diprogram utama dengan menuliskan nama procedure tersebut di program utama.

Berikut contoh penggunaan procedure pada pascal untuk menghitung nilai Vce pada transistor :

procedure

Berikut outputnya setelah running :

hasil procedure

Berikut dilampirkan juga flowchart untuk memahami program lebih lanjut :

new flowchart softskill

Tidak ada perubahan pada flowchart program diatas dengan sebelumnya, karena function dan procedure pada dasarnya hampir mirip. Yang membedakan hanyalah pada penulisan program  procedure selalu diawali dengan dengan kata procedure untuk mendeklarasikannya, sehingga saat ingin membaca program yang dituliskan tersebut diakhir program end tidak diberi tanda titik (.) namun titik koma(;) dan dilanjutkan dengan

begin

transistor;

end.

jadi maksud dari kutipan listing diatas, nama label procedure yang telah ditulis di penulisan program di awal di panggil kembali untuk menampilkan isi program yang telah ditulis.

Sumber :

http://namakuvee.wordpress.com/2013/06/30/penggunaan-procedure-pada-program-pascal-untuk-menghitung-nilai-vce-pada-transistor/

http://sangwidy.wordpress.com/web-design/oop-1/sub-routinction-function-voidfunction/procedure-dan-fungsi-pada-pascal/ diakses tanggal 30 Juni 2013 , 16:15

http://belajar-program.ueuo.com/?p=166 diakses tanggal 30 juni 2013 , 16:17

Looping Flowchart Catu Daya Digital

Pencatu Daya (Inggris: power supply) adalah sebuah piranti elektronika yang berguna sebagai sumber daya untuk piranti lain, terutama daya listrik. Pada dasarnya pencatu daya bukanlah sebuah alat yang menghasilkan energi listrik saja, namun ada beberapa pencatu daya yang menghasilkan energi mekanik, dan energi yang lain.

Konsep pembuatan catu daya digital ini adalah memanfaatkan DAC (digital to analog converter) yang telah dikuatkan oleh rangkaian penguat sebagai pengendali tegangan outputnya, dan sebagai feed back nya, penulis menggunakan ADC 10 bit mikro ATMega16 untuk mengukur tegangan outputnya secara pasti. Tegangan output catu daya ini bisa di-set mulai 0 volt sampai 32 volt DC dg arus maksimumnya ±1,5 Amper. Diagram bloknya seperti di bawah ini:

Kita bahas satu-satu,

Sebagai pusat kendali adalah ATMega16. Yang berfungsi memberikan output biner 1 dan 0 sebanyak 16 bit secara paralel ke rangkaian DAC. dan melakukan pembacaan tegangan output akhir dg ADC 10 bit internalnya.  Rangkaian sistem minimumnya seperti ini:

DAC yang digunakan adalah rangkaian R2R ladder yang mengkonversi nilai biner 16 bit ke besaran tegangan analog. Dikatakan R2R ladder karena mirip seperti tangga yang menaikkan tegangan outputnya sebesar Vref/65536 volt setiap penambahan 1 bit pada masukannya. Rangkaian R2R laddernya seperti di bawah ini:

Nilai output tegangan DACnya adalah Z*(Vcc/((2^n)+1))), dengan Z adalah bilangan desimal 16 bit (mulai 0 s/d 65535) Vcc adalah 5 volt, n = jumlah bit, yaitu 16 bit. Shingga output DACnya bisa disederhanakan menjadi DAC out = Z*(5Volt/65536) volt. Nilai z ditentukan dengan memberikan logika 1 atau 0 (5volt atau 0 volt) pada PORTB dan PORTD mikro. Bila PORTB dan PORTD mikro berlogika 1 semua (0Xff) didapatkan:

Z=1*(2^15)+ 1*(2^14)+ 1*(2^13)+………. +1*(2^1)+ 1*(2^0)=65535 maka DAC out nya adalah 65535*(5volt/635536) = 4,9999237060546875 atau mendekati 5 volt (maksimum).

Rangkaian penguat berfungsi mendapatkan tegangan dan arus output yang lebih besar, karena catu daya ini didesain untuk tegangan output maksimum 32 volt.. mengandalkan output tegangan DAC saja tentunya tidak cukup karena maksimumnya hanya 5 volt. Rangkaian penguat ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu penguat tegangan dan penguat arus, Komponen utama penguatnya adalah transistor.

Sebagai penguat tegangan, digunakan transistor BC547 dan BC557 yg memiliki gain cukup besar. Besarnya gain (penguatan) tegangan di atas ditentukan oleh R2 dan R3 sebesar (R2+R3)/R3 atau sekitar 7,8 kali tegangan DAC. Untuk pnguat arusnya digunakan rangkaian darlington kombinasi TIP122 dan jengkol 2N3055 sehingga drop tegangan output anggaplah sekitar 0,7×2 volt = 1,4 volt (drop tegangan basis-emitor ). Anggaplah tegangan DAC maksimum adalah 5 volt, maka output penguatnya adalah (5×7,8)-1,4 volt = sekitar 37,6 volt. Tapi hal ini tidak mungkin terjadi karena maksimum tegangn input DC yang digunakan adalah 35 volt. Sehingga maksimum teg. Outputnya  ya  sekitar 35 volt – 1,4 volt = 33,6 volt saja. Dari sini rangkaian di atas sudah cukup bila digunakan untuk mendesain catu daya tegangan output dari 0 s/d 32 volt.

R4 dan R5 di atas berfungsi sebagai rangkaian pembagi tegangan agar tegangan output nya dpat dibaca oleh mikro. Tegangan output catu daya maksimum adlah 32 volt. Bila langsung dibaca oleh mikro.. bisa bisa pin mikronya langsung meleduk (kobong):D, untuk itu diperlukan rangkaian penurun tegangan seperti di atas.  Tegangan drop pada pin “teg.” Adalah Vout x R5/(R4+R5) atau 32 volt x 150k / 1150k atau sekitar 4,17 volt. Nilai inilah yang maksimum terbaca oleh ADC sehingga mikro masih aman.. R4 dan R5 sengaja dibuat besar agar tidak terjadi drop arus pada beban outputnya . Sedangkan R Shunt di atast fungsinya untuk sensitivitas pengukuran arus beban pada output. R shunt dibuat sekecil mungkin agar tidak terjadi drop tegangan dan arus yang terlalu besar pd output. TRUS Bagaimana kita tahu arus pada beban..?  caranya adalah dg mengukur tegangan pada R shunt melalui ADC mikro dan membaginya dengan nilai R shunt.. misal, diketahui R shunt adalah 0.2 ohm dan tegangan pada pin “arus” yang yg terbaca mikro adalah 100 mVolt, maka Arusnya sekitar 100 mVolt/0.2 ohm = 500 mA.

ADC seperti telah di jelaskan di atas. Terdpt dua channel ADC yang digunakan , yaitu channel 0 (PORTA.0) dan channel 1 (PORTA.1). channel 0 untuk mengukur tegangan output sedangkan channel 1 untuk arusnya. ADC yang digunakan 10 bit sehingga resolusi tegangan output yang bisa diukur adalah Vcc/1024, yaitu sekitar 4,88 mV. Nilai tegangan dan arus yang terbaca ini kemudian digunakan sebagai masukan kendali DAC oleh mikro ATMega16, bila tegangan output kurang dari set point, maka mikro harus menambah nilai DAC nya untuk menambah tegangan dan sebaliknya. Sehingga didapatkan tegangan output yang fix sesuai set point yang diatur pada program.

Rangkaian keseluruhan sistem seperti dibawah, , (klik untuk memperbesar)

setelah merancang hardware, saatnya membuat software/algoritma pengendalian tegangan dan arusnya.. secara umum algoritma untuk regulasi tegangan adalah dengan membaca tegangan dari sambungan “teg.” melalui ADC pada PINA.0. tegangan tersebut dikalikan dg suatu konstanta untuk kalibrasi dg tegangan output sebenarnya. Bila tegangan kurang dari tegangan set point-20 mV maka tegangan output DAC ditambah terus, sebaliknya bila tegangan output catu daya lebih dari set point+20 mV maka tegangan output DAC dikurangi. 20 mV adalah toleransi setpoint tegangan output. Untuk regulasi arus pada sumber arus prinsipnya sama, dg membaca tegangan R shunt pada ADC PINA.1 dan membaginya dengan 0.2 ohm (hambatan R shunt/lihat rangkaian di atas). lebih jelasnya, flow chart sistem umumnya seperti ini :

Sumber : http://herddyy.wordpress.com/2014/04/27/looping-flowchart-catu-daya-digital/

               http://kurangsangu.wordpress.com/2012/04/05/catu-daya-digital-terkontrol-mikro-atmega16/

Flowchart

Nama : M. Ridwan Muslim

Kelas : 3IB03C

NPM : 18411193

  • Bagan-bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah.
  • Merupakan cara penyajian dari suatu algoritma. Ada 2 macam Flowchart :
  • System Flowchart = urutan proses dalam system dengan menunjukkan alat media input, output serta jenis media penyimpanan dalam proses
    pengolahan data.
  • Program Flowchart = urutan instruksi yang digambarkan dengan symbol tertentu untuk memecahkan masalah dalam suatu program.

imageimage

image

| Pembuatan Flowchart

Tidak ada kaidah yang baku.

  • Flowchart = gambaran hasil analisa suatu masalah
  • Flowchart dapat bervariasi antara satu pemrogram dengan pemrogram lainnya.
  • Secara garis besar ada 3 bagian utama:
    – Input
    –Proses
    – Output
  • Hindari pengulangan proses yang tidak perlu dan logika yang berbelit sehingga jalannya proses menjadi singkat.
  • Jalannya proses digambarkan dari atas ke bawah dan diberikan tanda panah untuk memperjelas.
  • Sebuah flowchart diawali dari satu titik START dan diakhiri dengan END.

 

Sumber : http://dimaswaluyojati.wordpress.com/tag/elektronika/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.